Nekat, Oknum Kades Juwono Legalkan Galian C Bahkan Di Back-Up Oknum Media Nganjuk

nganjuksatu, 22 Jul 2019,
Share w.App T.Me

NGANJUK - Penambangan ilegal yang diduga dilakukan Oknum Kades didukung oleh oknum media yang mendukung operasional tambang ilegal yang mem-backup kegiatan tersebut enggan untuk mengurus surat ijin ke dinas terkait.

Hal itu terbukti di lapagan masih maraknya penambangan galian C yang di duga ilegal yang beroperasi di Desa Juwono Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin 22 Juli 2019

Banyak warga mengeluhkan dan merasa di rugikan dengan aktifitas penambangan tersebut, salah satunya masyarakat yang berada di wilayah Desa Juwono kecamatan Kertosono yang di duga kuat di backup oleh media.

Masyarakat yang merasakan dampaknya langsung, terutama mereka ( warga-red ) akibat debu dan keluar masuk Dum Truk yang mengangkut hasil galian tersebut.

Salah satu media yang di duga membackup pengusaha tambang yang beroperasi di wilayah Desa Juwono Kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait pertambangan ditepi kali brantas melarang untuk meliput dengan dasar masih family (dulur) dan mengancam salah satu media yang berusaha investigasi dilokasi tersebut.

" Aku njaluk tolong ojok ngerusuhi Kades, kui ngono dulurku,sangumu wes tak titipkan koncomu,wes kabeh tak toto opo jare aku (saya minta tolong jangan mengganggu Kepala Desa karena itu masih saudaraku,uang saku sudah tak berikan temanmu,semua sudah tak tata,saya memegang penuh kepercayaan,red) ," jlentrehnya salah satu oknum media

Sangat ironis sekali jika media ikut berperan dalam kegiatan tambang yang di duga tak ber ijin. Mengingat, media sebagai fungsi kontrol.

Disinyalir kuat Penambangan tanah ilegal di kawasan Sungai Brantas, Desa Juwono, Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, sudah diluar batas kewajaran. Betapa tidak, Tanah urug di bantaran sungai brantas mulai terkikis. Hal ini karena lemahnya pantauan dari pihak berwajib dan dinas terkait, sehingga para penambang leluasa menggali hingga kedalaman 20 meter diatas permukaan.

Tanpa mengetahui akibat di masa mendatang, mereka leluasa mengeruk tanah urug yang dinilai bagus ini. Sebagian penambang mengaku, ia hanya sebagai pekerja. 

"Hasil kami menambang Tanah urug ini, diambil oleh truk-truk yang sudah mengantri," katanya kepada wartajatim.co.id dilokasi tambang

Sekcam Kertosono Nurul Huda mengatakan, pihaknya sudah memanggil BPD Kertosono membahas terkait masalah yang ramai dibicarakan meski sudah pernah ditutup, para penambang tanah urug ilegal tetap melakukan aktivitasnya.

"Kami sudah berupaya memediasi pihak Desa Juwono, kalau itu diteruskan aktivitas penambangan akan menyebabkan terjadinya erosi tanah di sekitarnya dan merusak ekosistem Sungai Brantas,"kata pria  asli kediri yang akan berpindah jabatan menduduki Camat Jatikalen.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Juwono yang namanya tidak mau disebutkan merasa miris terhadap aktivitas penambang tanah ilegal masih berlangsung di kawasan ini. Para cukong tambang ilegal nyaris tak tersentuh hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kenapa Dinas terkait terkesan tak berkutik dan hilang nyali menghadapi para cukong yang usaha tambangnya tak berizin tersebut,"jlentrehnya

Masih bersama Poniman (Samaran,red) Masyarakat setempat mengaku sangat gerah terhadap aktivitas penambangan tanah ilegal di lingkungan mereka. Sementara santer tersiar, aktivitas para cukong tambang ilegal dibekingi oknum Perangkat Desa, bahkan disebut-sebut ada "sosok kuat" dengan pengaruh jauh diatas Bupati dibalik aktivitas ilegal tersebut.

Jika asumsi itu benar adanya, wajar jika penegakan aturan dan perundang-undangan di kawasan tambang tanah urug Sungai Brantas menghadapi dilema. (kla)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu