Bongkar Habis Ustadz Marfendi 3, Bukittinggi Rugi Bila?

Bongkar Habis Ustadz Marfendi 3, Bukittinggi Rugi Bila?

OPINI-Apa hal BARU yang Inyiak tawarkan untuak masyarakat Bukittinggi dalam pemerintahan ..??

Ada..!  Yaitu penerapan 3 tali sapilinan, 3 tungku sajarangan yang saisuak kita kenal dengan RAJO TIGO SELO. 

Lai paham sutan tu...??
Mandanga lai nyiak.. paham indak..

Rajo tigo selo terdiri dari: Rajo Adat, Rajo Ibadat dan Rajo Alam

Rajo adat adalah para datuak dan panghulu adat.
Rajo ibadat adalah para alim ulama
Rajo alam adalah para cadiak pandai

Bagi orang minang, yang raja adalah KATO NAN BANA yang terlahir dari proses musyawarah dan mufakat.

Yang bermusyawarah untuk mendapat kesepakatan itu siapa saja nyiak..? 

Yaa.. Yang bermusyawarah tentu tigo tali sapilinan, tigo tungku sajarangan
 yaitu : 

KARAPATAN NINIAK MAMAK, KARAPATAN ALIM ULAMA dan KARAPATAN CADIAK PANDAI (cendikiawan dan profesional.)

Tentu timbul pertanyaan, Bagaimana dengan sistim pemerintahan yang sudah ada..?? 

Tidak ada masaalah, tinggal bermusyawarah dengan DPRD KOTA Bukittinggi, dan partai pengusung kami mayoritas di DPRD tinggal dimasukan saja  ke dalam sistim  sebagai bentuk kearifan lokal, dibuatkan Perdanya.

Namanya apa nyiak..? Itu soal mudah, apakah Dewan pertimbangan kota atau Dewan penasehat, yang penting, tugas pokok dan fungsi tidak tumpang tindih dengan DPRD.

Dalam tigo tali sepilinan itu, anggotanya gabungan pribumi setempat dan penguyuban-penguyuban yang ada di BUKITTINGGI, seperti kaum anshar dan muhajirin di jaman rasulullah SAW. 

Mari kita bangun Bukittinggi bersama-sama, sehingga tidak ada lagi pendatang merasa menjadi warga kelas dua dan rasa di anak tirikan oleh penguasa kota, seperti ysng terjadi achir-achir ini. 

Bukankah islam mengajarkan kita untuk adil? Mentang-mentang bukan dari golonganmu lantas kamu berlaku tidak adil, ? sesungguhnya Allah itu Maha Adil.

Luar biasa Nyiak, ..! sudah banyak saya bicara dengan kepala daerah tapi tidak ada yang punya konsep seperti ini. Rugi BUKITTINGGI bila ERMAN SAFAR dan Inyiak tidak terpilih .

Kenapa Inyiak bisa punya gagasan seperti ini..?

Karena ini adalah budaya kita dalam sistim pemerintahan di Minangkabau, dan sistem inilah yang membuat Minangkabau berjaya dan mampu menciptakan tokoh yang sangat luar biasa. Tetapi ini mulai hilang dan terkikis sejak kita merdeka.

Kecek rang gaek ambo "jalan lah di alieh urang lalu, "cupak lah di bao urang manggaleh"

Sekarang dicanangkan istilah MILENIAL, artinya anak-anak kita, sedang diputus prilaku, dan cara berfikirnya dengan generasi sebelumnya, yaa orang tuanya sendiri. 

Di internal PKS, kita sangat fokus menyelamatkan generasi masa datang, salah satu caranya "memimpin" daerah, agar kebijakan-kebijakan pemerintah berpihak melindungi ummat ini. Untuk itu kita selalu mensejalankan pilihan kita dengan pilihan ulama.. memilih pilihan ulama, berarti menyelamatkan umat dan Generasi muda islam.

Kita harus benar-benar menyadari bahwa gagasan dan pemikiran-pemikiran keminangan kita  sudah mulai digeser dan di isi dengan paham yang sekuler, humanis, serta mengagungkan kesementaraan (dunia).

Dan sayangnya kita orang Minang mau saja "dicucuk" idungnya dan tidak pula ingin mempertahankan ide-ide keminangan kita yg sangat brilyant.

Lihat berapa banyak kepala daerah di Sumbar yang secara langsung bahkan terang-terangan  mendukung jokowi, padahal masyarakat kita sangat paham lah dengan kondisi.

Termasuk Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, wakilnya nyiak.???

No, no. wakilnya tidak, yang mendukung hanya Walikota.

Kita semua harusnya bersyukur dan bangga  sebagai orang  MINANG, walaupun jumlah  penduduknya sedikit, tapi dari dulu sampai sekarang, tetap kental mewarnai ke indonesiaan.   luar biasa nyiak..... 
(bersambung)