Tony Rosyid: Sasaran PSI Bukan Anies, Tapi Konstituen PDIP

Tony Rosyid: Sasaran PSI Bukan Anies, Tapi Konstituen PDIP

JAKARTA - Ibarat permainan bola, PSI sudah kalah, dan ketinggalan angka sangat jauh. PSI gak punya kursi di DPR, karena pemilu 2019 kemarin suaranya tidak sampai batas minimal 4%. PSI harus kerja keras, memotivasi semua pemainnya untuk menyerang. Tujuannya? Mengejar ketertinggalan angka. 

Saat ini, cara terbaik bagi PSI adalah menyerang. PSI butuh tepuk tangan penonton untuk memompa semangatnya. Dengan tepuk tangan penonton, itu akan jadi motivasi buat PSI. 

Ada dua penonton terbesar di negeri ini. Pertama, penonton yang dukung PDIP. Kedua, penonton yang dukung Anies.

Untuk mendapat apresiasi dari para penonton pendukung PDIP, PSI harus menyerang Anies. Dan benar, setiap PSI menyerang Anies, para penonton pendukung PDIP bertepuk tangan. Serang terus... Serang terus... Serang terus...teriaknya.

Tanpa sadar, para pendukung PDIP pelan-pelan juga menjadi pendukung PSI. Psikologi para pendukung ini, terus dirawat dan dimainkan oleh PSI.

Ketika Presiden Jokowi datang ke ultah PSI, Giring selaku Ketum PSI, puji Presiden. PSI akan tegak lurus mendukung Presiden Jokowi. PSI nampak lebih tegas dan transparan dukungannya kepada presiden Jokowi, "mungkin" melebihi kader PDIP itu sendiri. Tanpa sadar, presiden Jokowi sudah diakui dan menjadi bagian penting dari PSI ini.

Di ultah PSI, pimpinan PDIP diundang atau tidak, gak ada beritanya di media. Yang pasti, presiden Jokowi sebagai kader PDIP diundang dan hadir di ultah PSI. Posisi Jokowi sebagai presiden, bukan sebagai kader PDIP. Ini langkah cerdas dan taktis.

Apresiasi PSI yang sangat tinggi kepada presiden Jokowi akan menjadi satu poin tersendiri. Dari sini, PSI ingin mengambil tepuk tangan yang lebih meriah lagi dari para pendukung Jokowi yang notabene banyak dari kader PDIP. 

Di depan presiden Jokowi, Giring menyerang Anies. Giring mengungkapkan ketakutannya jika Anies nanti yang jadi presiden. Tentu, ketakutan terhadap nasib PSI kedepan.

Ini akting yang bagus dari Giring di depan presiden Jokowi. Giring tidak hanya ingin mengambil simpati hanya dari presiden, tapi terutama dari para pendukung presiden yang berada di kantong PDIP. Giring ingin menarik para pendukung Jokowi ke PSI. 

PSI sekarang mengambil posisi terdepan untuk berhadap-hadapan dengan para pendukung Anies. Tentu, ini pilihan strategis yang telah matang diperhitungkan. Berhadapan dengan para pendukung Anies, PSI telah masuk di kubu para pendukung PDIP. Kalau sudah ada di dalam kubu para pendukung PDIP, akan relatif lebih mudah bagi PSI menggeser dukungan kader PDIP ke PSI. Cara yang jitu.

PSI sesungguhnya fokus menyasar para pendukung PDIP. Menyerang Anies adalah cara yang dipilih, dan sepertinya cukup efektif. Boleh jadi, bukan karena Giring gak suka sama Anies. Ini hanya soal pilihan strategi untuk PSI. Ah, kayak anda gak tahu saja watak para politisi kita.

Akan ada episode-episode berikutnya untuk memainkan strategi ini. Silahkan buka teori Lewis Coser "The function of Social conflict". Konflik sengaja dibuat untuk menciptakan solidaritas sosial baru. Nah, PSI nampaknya memainkan teori ini. Konflik dengan Anies untuk membuat secoci-sekoci yang anggotanya diambil dari para pendukung PDIP.

Bagi para pendukung Anies, serangan Giring juga menguntungkan. Dengan serangan Giring (Ketum PSI), para pendukung Anies muncul, menunjukkan dan memperkuat solidaritasnya. Lalu menggunakan semua persenjataan medsosnya untuk menyerang balik Giring dan PSI.

Terlihat seru, tapi semua punya kalkulasi politiknya. Semakin diserang, PSI juga merasa diuntungkan. Popularitas naik, simpati dari kelompok pendukung PDIP didapat.

Saling serang antara PSI dan para pendukung Anies memang tidak menguntungkan bagi PDIP. Ceruk PDIP lama kelamaan akan kegerus oleh PSI. Jika hal ini dibiarkan, PDIP akan banyak kecolongan suara di Pileg 2024.

Kesimpulannya: Lawan sesungguhnya bagi PSI adalah PDIP. Anies hanya instrumen untuk mengambil suara dari PDIP.

Jakarta, 10 Januari 2022

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Updates

Updates

Previous Article

Kemensos Luncurkan Program Indonesia Mendengar...

Next Article

Mendengar Suara Azan dan Alqur'an Maria...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 164

Postingan Tahun ini: 164

Registered: Aug 19, 2021

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 155

Postingan Tahun ini: 155

Registered: Jul 16, 2020

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 102

Postingan Tahun ini: 102

Registered: Jul 9, 2020

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 92

Postingan Tahun ini: 92

Registered: May 24, 2021

Profle

Muh. Ahkam Jayadi verified

Polres Barru Amankan 2 Wanita Terduga Pengedar Uang Palsu
Kebakaran di Mangkoso, 1 Tewas dan Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
Polresta Banyuwangi Gelar Olah TKP di Heroes Cafe Pasca Penggerebekan Tarian Striptis
Ketua MPC PP Tuba: Rakercab Susun Progja Kawal Pembangunan di Tulangbawang

Follow Us

Recommended Posts

Empati dan Peduli, Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas
Gelar Vaksinasi Door to Door, Babinsa Manding Sisir Ke Dusun - Dusun di Desa Gading
Pendamping Vaksin Babinsa Terus Di Kebut
Siap-Siap, Bikin SIM A dan C Bakal Ada Tambahan Satu Ujian Lagi